Sabtu, 12 Maret 2011

Riwayat Hidup Plato

Riwayat Hidupnya
Plato lahir pada tahun 428/7 sebelum masehi dari keluarga terkemuka di Athena, ayahnya bernama Ariston dan ibunya bernama Periktione. Ketika bapaknya meninggal ibunya mnikah lagi dengan adik ayahnya Palto yang bernama Pyrilampes yang tidak lain adalah seorang politikus, dan Palto banyak terpengaruh dengan kehadiran pamannya ini. Karena sejak kehadiran pamannya ini ia banyak bergaul dengan para politikus Athena.
Selain para politikus ia juga banyak dipengaruhi oleh Kratylos, seorang filusuf yang meneruskan ajaran Herakleitos yang mempunyai pendapt bahwa dunia ini terus berubah-ubah.
Dari pergaulan dengan para politikus Plato akhirnya menelurkan sebuah pemikiran bahwa pemimpin suatu negara haruslah seorang filusuf, hal ini dilontarkan karena kekecewaannnya atas kepemimpinan para politikus yang ada pada saat itu terutama yang berkaitan dengan kematian gurunya, yaitu Sokrates, di persidangan yang berakhir pada kematian gurunya tersebut.
Pada perkembangan selanjutnya Plato mendirikan Akademia sebagai pusat penyelidikan ilmiah dan disekolah ini ia berusaha merealisasikan cita-citanya yaitu menjadikan filusuf-filusuf yang siap menjadi pemimpin negara, dan akademia inilah awal dari munculnya universitas-universitas saat ini karena lebih menekankan pada kajian ilmiah bukan sekedar reotrika. Ia terus mengepalai dan megajar di akademia ini hingga akhir hayatnya yaitu pada tahun 348/7 sebelum masehi.
Dalam menelurkan karya-karya filsafatnya Palto menggunakan metode dialog karena ia percaya filsafat akan lebih baik dan teruji jika dilakukan melalui dialog dan banyak dari karya-karyanya disampaikan secara lisan di akademia-nya. Disatu sisi ia masih mempercayai beberap amitos yang digunakan olehnya untuk mengemukakan dugaan-dugaan mengenai hal-hal adiduniawi. Dan tentunya ia banyak dipengaruhi oleh gurunya, Sokrates dalam pemikirannya.
Plato tentang Idea-idea
Idea merupakan inti dasar dari seluruh filasaft yang diajarkan oleh Plato. Ia beranggapan bahwa idea merupakan suatu yang objektif, adanya idea terlepas dari subjek yang berfikir. Idea tidak diciptakan oleh pemikiran individu, tetapi sebaliknya pemikiran itu tergantung dari idea-idea
Ia memberikan beberapa contoh seperti segitiga yang digambarkan di papan tulis dalam berbagai bentuk itu merupakan gambaran yang merupakan tiruan tak sempurna dari idea tentang segituga. Maksudnya adalah berbagai macam segitiga itu mempunyai satu idea tentang segitiga yang mewakili semua segitiga yang ada.
Dalam menerangkan idea ini Plato menerangkan dengan teori dua dunianya, yaitu dunia yang mencakup benda-benda jasmani yang disajikan pancaindera, sifat dari dunia ini tidak tetap terus berubah, dan tidak ada suatu kesempurnaan. Dunia lainnya adalah dunia idea, dan dunia idea ini semua serba tetap, sifatnya abadi dan tentunya serba sempurna.
Idea mendasari dan menyebabkan benda-benda jasmani. Hubungan antara idea dan realitas jasmani bersifat demikian rupa sehingga benda-benda jasmani tidak bisa berada tanpa pendasaran oleh idea-idea itu. Hubungan antara idea dan realitas jasmani ini melalui 3 cara, pertama, idea hadir dalam benda-benda konkrit. Kedua, benda konkrit mengambil bagian dalam idea, disini Plato memperkenalkan partisipasi dalam filsafat. Ketiga, Idea merupakan model atau contoh bagi benda-benda konkrit. Benda-benda konkrit itu merupakan gambaran tak sempurna yang menyerupai model tersebut.
Plato tentang Jiwa
Plato menganggap bahwa jiwa merupakan pusat atau inti sari kepribadian manusia, dan pandangannya ini dipengaruhi oleh sokrates, Orfisme dan mazhab Pythagorean.
Salah satu argumen yang penting ialah kesamaan yang terdapat antara jiwa dan idea-idea, dengan itu ia menuruti prinsip-prinsip yang mempunyai peranan besar dalam filsafat. Jiwa memang mengenal idea-idea, maka atas dasar prinsip tadi disimpulkan bahwa jiwa pun mempunyai sifat-sifat yang sama dengan idea-idea, jadi sifatnya abadi dan tidak berubah.
Plato mengatakan bahwa dengan kita mengenal sesuatu benda atau apa yang ada di dunia ini sebenarnya hanyalah proses pengingatan sebab menurutnya setiap manusia sudah mempunyai penegatahuan yang dibawanya pada waktu berada di dunia idea, dan ketika manusia masuk ke dalam dunia realitas jasmani pengetahuan yang d\sudah ada itu hanya tinggal diingatkan saja maka Plato menganggap tuga seorang guru adalah mengingatkan muridnya tentang pengetahuan yang sebetulnya sudah lama mereka miliki.
Plato tentang Etika
Ajaran Plato tentang etika kurang lebih mengatakan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan hidup yang baik, dan hidup yang baik ini dapat dicapai dalam polis. Ia tetap memihak pada cita-cita Yunani kuno yaitu hidup sebagai manusia serentak juga berarti hidup dalam polis, ia menolak bahwa negara hanya berdasarkan nomos/ adat kebiasaan saja dan bukan physis/ kodrat. Plato tidak pernah ragu dalam keyakinannya bahwa manusia menurut kodratnya merupakan mahluk sosial, dengan demikian manusia menurut kdratnya hidup dalam polis atau negara.
Plato tentang Negara
Menurut Plato negara terbentuk atas dasar kepentingan yang bersifat ekonomis atau saling membutuhkan antara warganya maka terjadilah suatu spesialisasi bidang pekerjaan sebab tidak semua orang bisa mengerjakaan semua pekerjaan dalam satu waktu. Polis atau negara ini dimungkinkan adanya perkembangan wilayah karena adanya pertambahan penduduk dan kebutuhan pun bertambah sehingga memungkinkan adanya perang dalam perluasan ini.
Dalam menghadapi hal ini maka disetiap negara harus memiliki penjaga-penjaga yang harus dididik khusus tidak seperti atlet Yunani kuno, Ia harus mempelajari, senam yang lebih umum dan keras dan sebaiknya dilakukan pada usia 18 – 20 tahun, Lalau dari sini diseleksi lagi untuk dijadikan calon pemimpin politik, dan untuk membentuk pemimpin in mereka harus belajar filsafat hingga usia 30 tahun, tujuan belajar filsafat ini untuk melatih mereka dalam mencari kebenaran. Dari sini diseleksi lagi dan mereka yang lulus seleksi akan mempelajari filsafat dan dialektika secara lebih intensif selama 5 tahun. Dan jika dalam pendidikan in berhasil maka selama 15 tahun ia menduduki beberapa jabatan negara yang tujuannya agar mereka tahu bagaimana pekerjaan negara tersebut (magang). Dan pada usia 50 tahun baru mereka siap menjadi seorang pemimpin.
Ada tiga golongan dalam negara yang baik, yaitu pertama, Golongan penjaga yang tidak lain adalah para filusuf yang sudah mengetahui “yang baik” dan kepemimpinan dipercayakan pada mereka. Kedua, Pembantu atau prajurit. Dan ketiga, Golongan pekerja atau petani yang menanggung kehidupan ekonomi bagi seluruh polis.
Plato tidak begitu mementingkan adanya undang-undang dasar yang bersifat umum, sebab menurutnya keadaan itu terus berubah-ubah dan peraturan itu sulit disama ratakan itu semua tergantung masyarakat yang ada di polis tersebut.
Adapun negara yang diusulkan oleh Plato berbentuk demokrasi dengan monarki, karena jika hanya monarki maka akan terlalu banyak kelaliman, dan jika terlalu dmokrasi maka akan terlalu banyak kebebasan, sehingga perlu didadakan penggabungan, dan negara in berdasarkan pada pertanian bukan perdagangan ini dimaksudkan menghindari nasib yang terjadi di Athena.
Plato lahir di Athena pada tahun 428/27 SM. Ia berasal dari keluarga yang terpandang di Athena, dari kalangan politisi. Ayahnya, Ariston, mengikuti silsilah raja-raja terdahulu Athena. Ibunya, Perictione, adalah saudara perempuan Charmides yang adalah paman Critias. Charmides dan Critias adalah pemimpin Oligarki yang membawa Athena pada kejatuhan dalam perang Peloponnesian. Pada masa kanak-kanak Plato, ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi dengan Pyrilampes, seorang politikus.
Di dalam atmosfer keluarga yang seperti itu, maka Plato banyak belajar tentang kehidupan publik dan mengembangkan rasa tanggungjawab dalam pelayanan politis. Awalnya ia juga berniat untuk menjadi seorang politikus. Plato menaruh perhatian pada demokrasi. ia melihat bahwa demokrasi telah menghasilkan pemimpin-pemimpin besar. Namun semenjak kematian Sokrates, minatnya untuk menjdi seorang politikus pudar. Ia merasa bahwa iklim politik tidak beres. Dan ia yakin bahwa satu-satunya pemecahan masalah tersebut adalah memepercayakan kuasa Negara kepada filsuf-filsuf yang sejati.
Sekitar tahun 387 SM, ketika ia berumur sekitar 40 tahun, setelah menulis sebagian besar karya filosofisnya yang berbentuk dialog, Pilato mendirikan Akademi di Atena. Akademi ini rasanya merupakan universitas pertama dalam sejarah Eropa Barat. Dan selama 20 tahun, Plato memimpin akademi tersebut. Plato meninggal pada tahun 348/347 SM dalam usia 80 tahun.
KARYA DAN PEMIKIRAN FILOSOFISNYA
Karya-karya Plato
Semua karya yang ditulis Plato berbentuk dialog. Dengan bentuk dialog ini, Plato mengekspresikan pikiran-pikirannya. Karya-karya Plato itu antara lain:
Apologia, Krition, Eutyphron, Kharmides, Lysis, Hippias , Menon, Gorgias, Protagoras, Euthydemos, Kratylos, Phaidon, Symposion, Politeia, Phaidros, Parmenides, Theaitetos, Sophistes, Politikos, Philebos, Timaios, Kritias, Nomoi.
Beberapa Pemikiran Filosofisnya
Ajaran tentang Idea.
Dari usaha Sokrates untuk menemukan essensi dari berbagai keutamaan yang dimiliki dan dilakukan oleh manusia, Plato memikirkan bahwa essensi itu mempunyai realitasnya sendiri, terlepas dari segala perbuatan konkrit. Dan itu disebutnya Idea. Apa yang dimaksud Plato dengan Idea? Idea adalah essensi imaterial atau model imaterial yang darinya  realitas material sebagai copynya, dapat kita lihat. Contohnya: gambar segitiga yang dapat  dilihat dan diukur dalam berbagai ukuran adalah copyan dari idea segitiga. Demikian juga dengan apa yang dapat dilihat sebagai “yang baik”, “yang indah” merupakan copyan dari idea baik, idea indah. Idea, dengan demikian bersifat obyektif, ada pada dirinya sendiri, tunggal dan kekal. Dari ajaran tentang Idea ini tema-tema filosofis Plato mengalir.
Dua Dunia
Menurut Plato, realitas seluruhnya terdiri dari dua “dunia”. “Dunia” benda-benda jasmani yang dapat ditangkap panca indera dan “dunia” Idea. Dunia benda-benda serba jamak, berubah dan tidak sempurna. Sedangkan dunia ideal itu kekal, tunggal (“yang baik” itu hanya ada satu, “yang indah” itu hanya ada satu), sempurna dan tidak berubah. Lalu bagaimana hubungan antar kedua “dunia” ini? Dunia idea mendasari dan menyebabkan benda-benda jasmani. Ada tiga cara Plato menjelaskan hubungan “kedua dunia” ini, yakni: Idea hadir dalam benda-benda jasmani, Benda-benda jasmani mengambil bagian dalam Idea (metexis), Idea merupakan model bagi benda-benda jasmani (paradeigma).
Ajaran tentang Manusia: tubuh dan jiwa
Filsafat Plato tentang manusia biasanya dinamakan “dualisme”. Maksudnya bahwa Plato tidak menerangkan manusia sebagai kesatuan yang utuh, tetapi memandang manusia sebagai “dualitas”. Menurut Plato, manusia terdiri dari tubuh dan jiwa. Jiwalah yang utama dan penting. Jiwa merupakan sesuatu yang kekal, berasal dari “dunia” idea. Sedangkan tubuh dipandang sebagai penjara bagi jiwa. Ada tiga bagian ( baca: fungsi) dari jiwa, yakni: bagian rasional, kehendak dan keinginan. Masing-masing bagian mempunyai keutamaan tertentu. Bagian keinginan mempunyai keutamaan pengendalian diri, bagian kehendak mempunyai keutamaan keberanian, dan bagian rasional mempunyai keutamaan kebijasanaan. Dan ada satu keutamaan lain lagi yang fungsinya menjamin keseimbangan ketiga bagian jiwa, yakni keadilan.
Ajaran tentang Moral
Sama seperti Sokrates, Bagi Plato tujuan hidup manusia adalah eudaimonia, “well-being”, hidup yang baik. Pertanyaan mendasarnya adalah apakah hidup yang baik itu? Sementara orang menjawab hidup dalam kesenangan, Plato menekankan Virtue (keutamaan). Ia mau menunjukkan bahwa virtue bukanlah sekedar materi kebiasaan, tetapi lebih sebagai kodrat jiwa. Di atas telah disebutkan bahwa menurut Plato, pada manusia, jiwalah yang lebih utama daripada tubuh. Dan jiwa mempunyai tiga bagian. Dan masing-masing bagian jiwa mempunyai satu keutamaan sebagai kepenuhan fungsinya.  Maka kalau orang hendak mencapai tujuan hidupnya, yakni eudaimonia, “well being”, hidup yang baik, ia harus mencapai keutamaan-keutamaan yang merupakan kodrat jiwanya. Dengan kata lain, kalau orang ingin mencapai hidup yang baik, ia harus bijaksana, berani, mempunyai pengendalian diri dan adil. Ibaratnya, sebuah pisau disebut sebagi pisau yang baik kalau dapat memenuhi fungsinya sebagai pisau, yakni dapat memotong secara efektif.
Tetapi, menurut Plato, hidup yang baik itu bisa dicapai kalau manusia tinggal dalam polis, Negara.
Ajaran tentang Negara
Plato berpendapat bahwa teori politik sangat erat dengan filsafat moral. Plato menyadari bahwa negara sebagai “Man Writ Large”. Artinya, bahwa negara berkembang dari kodrat individu, individu secara  logis adalah awal dari sebuah Negara. Negara adalah intitusi alamiah karena mencerminkan struktur kodrat manusia.
Asal-usul Negara adalah cerminan dari kebutuhan ekonomi manusia karena Negara ada karena setiap individu tidak dapat mencukupi sendiri kebutuhan hidupnya. Semua orang mempunyai banyak kebutuhan (makanan, pakaian, rumah, pendidikan, kesehatan, dll), dan untuk memenuhi banyak kebutuhan itu diperlukan banyak skill, dan tak seorang pun mempunyai semua skill yang diperlukan untuk memenuhi banyaknya kebutuhan tersebut. Maka, harus ada pembagian kerja. Dari ide pembagian kerja ini, kemudian ada pembagian golongan dalam sebuah polis. Tiga golongan itu adalah: para penjaga, prajurit dan para pekerja yang menanggung kebutuhan ekonomi polis. Masing-masing mempunyai fungsi untuk bersama-sama membangun sebuah polis yang kuat. Para penjaga berfungsi sebagai pemimin polis, pembuat aturan yang baik. Para prajurit berfungsi sebagai penjaga keamanan, menjamin ketaatan warga kepada aturan dan pemimpin polis. Sedangkan fungsi para pekerja adalah  memenuhi kebutuhan ekonomi polis serta taat kepada aturan dan pemimpin polis.
Tiga golongan yang ada dalam polis ini adalah cerminan dari tiga bagian jiwa manusia.  Masing-masing mempunyai keutamaan yang identik supaya dapat mencapai tujuannya: hidup yang baik, negara yang baik. Karena keadilan adalah keutamaan umum moral manusia, maka keadilan adalah karakter dari negara yang baik.
CATATAN AKHIR
Banyak pemikiran filosofis Plato yang masih relevan di zaman sekarang. Pandangan tentang manusia dan dunia, moral dan keutamaan hidup, politik dan negara. Persoalannya adalah bagaimana pandangan-pandangan mendasar yang relevan itu terwujud kehidupan aktual sekarang ini? Adalah tugas kita bersama!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan Komentar